Bhineka Eka Bhakti Samodra
Home

 

IMPLEMENTASI STCW AMANDEMEN 2010 MANILA DISOSIALISASIKAN DI PIP SEMARANG

(Semarang, 22/12/2011) Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Sumbang Saran Implementasi STCW Amandemen 2010 Manila di Ruang Sidang Besar PIP Semarang, Kamis, 22 Desember 2011.

Dalam sambutan pembukaannya Direktur PIP Semarang menjelaskan, the Standards of Training, Certification & Watchkeeping atau STCW yang pertama kali dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) pada tahun 1978 merupakan salah satu konten internasional tentang kemaritiman yang menyatakan bahwa masyarakat maritim mempunyai satu visi agar pelayaran itu terselenggara dengan selamat, dan juga lautan yang lebih bersih, bebas dari polusi.

“Untuk itu pemerintah Indonesia merespon positif dengan ratifikasi PP No 60 tahun 1986, dan nampaknya waktu itu belum berjalan dengan baik. Kemudian karena belum nampak efektif dari kebijakan ini, IMO juga mengeluarkan amandemen 1995, sehingga bukan hanya mandeg (berhenti) pada convention, tapi juga ada code-nya yaitu STCW Code,” jelas Direktur PIP Semarang.

Direktur PIP Semarang melanjutkan, pemerintah RI kemudian menindaklanjuti kebijakan IMO dengan mengadopsinya menjadi Surat Keputusan Bersama tiga Menteri, yaitu Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan Nasional Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2003 tentang sistem standar mutu kepelautan Indonesia.

“Nilai-nilai pelayaran bukan hanya bertumpu pada safety maupun lautan yang bebas polusi, tetapi tambah beberapa unit, kita ada nilai baru: security, dan tampaknya IMO juga care terhadap segi bisnis pelayaran karena ada segi efisiensi. Jadi sekarang pelayaran diharapkan dapat terselenggara dengan aman, selamat, efisien, dan sekaligus lautan yang terbebas dari polusi,” jelas Direktur PIP Semarang.

Selanjutnya Direktur PIP Semarang menyatakan, dengan adanya kebijakan IMO yang baru melalui STCW Amandemen 2010 Manila, maka PIP Semarang sebagai entitas pendidikan maritim yang selalu berupaya untuk dapat memenuhi mutu pendidikannya sesuai standar internasional perlu untuk mengetahui substansi atau isi dari STCW Amandemen 2010 Manila. Untuk mengimplementasikan secara penuh kebijakan ini Indonesia masih memiliki waktu 5 tahun, dari Januari 2012 sampai 2017, namun persiapan yang matang harus dilakukan.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, paparan mengenai apa isi atau substansi dari Manila Amanedemen 2010 tentang STCW disampaikan oleh Capt. Sulistyo. Kemudian yang kedua paparan mengenai respon dari BPSDM Perhubungan yang terkait dengan Ditjen Hubla selaku pemerintah/administration tentang persiapan dan langkah-langkah yang perlu diambil oleh Indonesia, atau khususnya PIP Semarang untuk mengimplementasikan amandemen Manila ini disampaikan oleh Kepala Subbagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan PIP Semarang, Heri Sularno.

Update 23/12/2011
created by humas pip semarang © 2011